User Icon Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di AMK WebDev.

DPP Gencar Dengungkan 5 Seruan Menyikapi Suasana Kebangsaan yang Menuju Chaos

Iklan
Iklan
๐Ÿ“ Dorong Prabowo Keluarkan Dekrot Presiden!

Jakarta, MitraKepolisian.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) Charma Afrianto menyampaikan maklumat dalam menyikapi situasi nasional yang memanas saat ini.

Charma mengatakan, setidaknya ada lima poin krusial yang harus dijalankan untuk merespon suasana kebangsaan yang saat ini sedang parah.

Pertama, meminta Presiden prabowo Subianto agar lebih cepat dalam merespon suasana kericuhan yang terjadi diberbagai kota besar di Indonesia.

“Presiden Prabowo harus mengambil langkah taktis dan pro-rakyat sesegera mungkin untuk meredam situasi yang mencekam dan semakin meluas,” kata Charma dalam voice noice WA yang diterima redaksi, Sabtu (30/8/2025).

Kedua, Meminta agar Kapolri dan Panglima TNI mundur.

Charma mengatakan, DPP Gencar menilai desakan masyarakat semakin kuat meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengundurkan diri dari jabatannya.

“Masyarakat di hampir semua aksi meminya Pak Kapolri (Jendral Listyo Sigit Prabowo) agar mundur. Masih banyak bintang-bintang lain di Polri yang layak menjadi Kapolri. Karena semua tau, Kapolri saat ini adalah representasi Geng Solo,” jelas Charma.

DPP Gencar juga mendesak Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sergera mundur karena semua proyek strategis nasional yang dicanangkan rezim Pemerintahan saat ini ada keterlibatan tentara dalam proses pengawalan proyek tersebut.

Ketiga, mendesak DPR sesegera mengesahkan RUU tentang Perampasan Aset.

Charma menjelaskan, masyarakat sudah sangat kecewa atas ketidakpekaan DPR yang gagal mewujudkan aspirasi masyarakat, terutama pada RUU Perampasan Aset yang harus gera dieksekusi oleh DPR untuk meredam keleluasaan para koruptor menyakiti hati masyarakat.

Keempat, meninjau kembali RUU KUHAP yang tidak pro-rakyat

Iklan

Kelima, meminta Presiden Prabowo segera mereshuffle kabinet.

“Kami menilai reshuffle kabinet harus dilakukan karen kabinet hari ini masih dalam pengaruh geng solo yang sudah cukup dalam.

Selanjutnya, DPP Gencar meminta agar Presidne Prabowo segera melakukan tindakan strategis, dan harus lebih peka melihat kondisi rakyat, dan harus lebih peka.

“Presiden Prabowo jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat melukai hati masyakarat, seperti memberikan bintang Mahaputra kepada 33 sosok pada situasi yang genting,” tandas Charma.

Selanjutnya Charma meminta seluruh jajaran Gencar Indonesia di seluruh Indonesia jangan terpancing provokasi dari penumpang gelap yang memanfaatkan kericuhan ini untuk kepentingan kelompok tertentu

“Mari kita bergandengan tangan, meredam dan membuat damai suasana. Jangan mudah terprovokas,” jelasnya

Charma menilai, aparat kepolisian adalah saudara-saudara sebangsa dan setanah air, dan mereka satu komando di bawah perintah Kapolri.

“Para anggota Polri saat ini sudah berkorban dan memilih diam, karena seluruh Polda di kota-kota besar dibakar masyakarat. Karena itu, kami meminta masyarakat jangan melakukan tindakan anarkis,” tandasnya.

Terakhir, Charma meminta agar Presiden Prabowo siap-siap dan bila perlu membuat dekrot presiden, karena saat ini muncul suasana yang berpotensi lebih mencekam dari pada Reformasi 98,” tuntas Charma.

Sponsored
Mau punya website berita sendiri?
Sejak 2018, Ar Media Kreatif telah membangun ratusan media online di seluruh Indonesia.
Kunjungi sekarang โ†’

AMK WebDev

Bangun portal berita profesional & ringan.

๐Ÿ’ฌ Konsultasi Globe News

Media Online Siap Pakai

Desain menarik, panel redaksi, dan dukungan SEO.

๐Ÿ“ž Hubungi Kami News Globe