Menjaga Prinsip Halal di Zaman Rusak

Oleh: Dwi Taufan Hidayat

DI ERA yang semakin kacau dan nilai-nilai moral kian kabur, kita dihadapkan pada godaan untuk menormalisasi sesuatu yang sebenarnya haram. Banyak orang tergoda membenarkan perbuatan haram hanya karena dianggap biasa, ramai dilakukan, atau dianggap โ€œwajarโ€. Padahal, Allah memerintahkan kita untuk tetap memegang prinsip, meski seluruh dunia berjalan ke arah yang berlawanan.

Prinsip kehalalan dan keharaman adalah fondasi iman. Ketika kita goyah, iman perlahan keropos dan hati menjadi gelap. Allah ๏ทป berfirman dalam Al-Qurโ€™an:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูู„ููˆุง ู…ูู†ู’ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ู ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ
โ€œWahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.โ€ (QS. Al-Baqarah: 172)

Ayat ini menegaskan agar kita selalu memilih yang halal, yang baik, serta menjauh dari yang haram. Bahkan dalam hal sekecil apapun, Rasulullah ๏ทบ sangat tegas menjaga kehalalan. Beliau bersabda:

ยซุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู„ูŽุงู„ูŽ ุจูŽูŠู‘ูู†ูŒุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ ุจูŽูŠู‘ูู†ูŒุŒ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ุฃูู…ููˆุฑูŒ ู…ูุดู’ุชูŽุจูู‡ูŽุงุชูŒยป
โ€œSesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang samar.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis ini, kita diajarkan untuk menjauhkan diri dari perkara syubhat (samar), agar tidak tergelincir pada yang haram. Meski terlihat sulit, justru di situlah letak ujian keimanan. Sebab di zaman modern, batas halal-haram sering dikaburkan dengan alasan โ€œfleksibilitasโ€ atau โ€œkepraktisanโ€.

Ketika seseorang tetap teguh menolak yang haram, itu tanda iman masih hidup. Nabi ๏ทบ pernah bersabda:

ยซุฏูŽุนู’ ู…ูŽุง ูŠูŽุฑููŠุจููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุฑููŠุจููƒูŽยป
โ€œTinggalkan sesuatu yang meragukanmu, dan ambillah sesuatu yang tidak meragukanmu.โ€ (HR. Tirmidzi)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada peluang yang tampak menguntungkan tapi jalannya haram: suap, riba, menipu, atau mengambil hak orang lain. Banyak yang tergoda karena mayoritas orang melakukannya dan kelihatan โ€œnormalโ€. Namun, seorang mukmin harus berani berbeda, meskipun dianggap ketinggalan zaman atau aneh.

Allah ๏ทป mengingatkan dalam Al-Qurโ€™an:

ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูุทูุนู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูŠูุถูู„ู‘ููˆูƒูŽ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู
โ€œDan jika kamu menuruti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.โ€ (QS. Al-Anโ€˜am: 116)

Ayat ini menegaskan bahwa kebenaran tidak diukur dari jumlah pengikut, tetapi dari keteguhan pada prinsip yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Keberanian menolak arus menjadi tanda kekuatan ruhani dan kedekatan pada Allah.

Di sisi lain, ada ciri-ciri orang yang permisif dengan hal-hal haram. Mereka mudah mencari-cari alasan untuk membenarkan pelanggaran syariat. Mereka sering berkata, โ€œSemua orang juga begitu,โ€ atau โ€œYang penting niat saya baik.โ€ Mereka ringan hati memandang dosa kecil seolah tak bermakna, padahal Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ยซุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูุญูŽู‚ู‘ูŽุฑูŽุงุชู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ูŠูŽุฌู’ุชูŽู…ูุนู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูู‡ู’ู„ููƒู’ู†ูŽู‡ูยป
โ€œJauhilah dosa-dosa kecil yang diremehkan, karena dosa-dosa itu akan berkumpul pada seseorang hingga membinasakannya.โ€ (HR. Ahmad)

Ciri lain orang permisif adalah merasa bangga jika bisa โ€œmemanfaatkan celahโ€ hukum untuk keuntungan duniawi, serta cenderung meremehkan peringatan agama. Hati mereka keras, sulit tersentuh nasihat, dan mudah sekali berkompromi dengan kemaksiatan. Dalam Al-Qurโ€™an disebutkan:

ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุณูŽุชู’ ู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุฐูŽูฐู„ููƒูŽ ููŽู‡ููŠูŽ ูƒูŽุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ู‚ูŽุณู’ูˆูŽุฉู‹
โ€œKemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.โ€ (QS. Al-Baqarah: 74)

Hidup memang tidak selalu mudah bagi orang yang menjaga halal. Rezekinya mungkin sedikit, jalannya terasa lebih panjang, tapi berkahnya tidak ternilai. Sebaliknya, harta yang haram, walau banyak, justru membawa kesempitan hati dan mengundang murka Allah.

Allah ๏ทป berfirman:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ุฑู‘ูุณูู„ู ูƒูู„ููˆุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ูˆูŽุงุนู’ู…ูŽู„ููˆุง ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง
โ€œWahai para rasul! Makanlah makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang saleh.โ€ (QS. Al-Muโ€™minun: 51)

Kita harus sadar bahwa dunia ini hanyalah ladang ujian. Tidak selamanya kejujuran itu membawa pujian, dan tidak selamanya kecurangan langsung mendapat hukuman di dunia. Namun, pada akhirnya semua akan dipertanggungjawabkan. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ยซู„ูŽุง ูŠูŽุฒููˆู„ู ู‚ูŽุฏูŽู…ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุณู’ุฃูŽู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู…ยป
โ€œKedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ditanya tentang empat perkara…โ€ (HR. Tirmidzi)

Salah satunya adalah dari mana harta diperoleh dan ke mana dibelanjakan. Inilah sebab mengapa kita harus tetap berprinsip, meskipun seluruh dunia berjalan di jalur sebaliknya.

Semoga kita diberi kekuatan untuk tetap mengatakan โ€œtidakโ€ pada yang haram, meski semua orang melakukannya. Karena dalam setiap prinsip yang dijaga, ada kemuliaan dan pertolongan dari Allah yang tidak pernah putus. Dunia boleh memandang sinis, tetapi kelak di akhirat, Allah akan memuliakan orang-orang yang sabar menjaga kehalalan langkahnya.

Semoga kita termasuk orang yang mampu menahan godaan, tetap menjaga kesucian hati dan harta, serta setia pada prinsip halal sampai ajal menjemput. Aamiin.

Sponsored
Mau punya website berita sendiri?
Sejak 2018, Ar Media Kreatif telah membangun ratusan media online di seluruh Indonesia.
Kunjungi sekarang โ†’