banner 728x90

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Terjaring OTT KPK, Jusuf Rizal: Kotak Pandora Mega Korupsi di Sulsel Segera Dibongkar

HM. Jusuf Rizal (Aktivis Anti-Korupsi / Presiden LSM LIRA)

Jakarta, MitraKepolisian — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK Jumat malam (26/2/2021) dengan uang miliaran rupiah.

Penggiat anti korupsi, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), HM. Jusuf Rizal tidak kanget. Ia bahkan menyebut ini pintu masuk KPK untuk membongkar berbagai kasus mega korupsi di Sulsel yang sulit disentuh.

Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron kepada wartawan ketika dikonfirmasi, Nurdin Abdullah di OTT bersama 5 (lima) orang lain, termasuk supir dan juga salah seorang pengusaha. Sejumlah uang miliaran rupiah turut menjadi barang bukti.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, terjaring OTT KPK

“Betul, hari Jumat tanggal 26 Februari 2021 tengah malam KPK melakukan giat melakukan tangkap tangan pelaku korupsi di wilayah Sulsel yaitu Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan.

Menurut Jusuf Rizal, tertangkapnya Nudir Abdullah dalam OTT KPK bukan tiba-tiba. Pria yang juga Ketua Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) dan Sekjen Perusahaan MOI (Media Online Indonesia) itu menengarai KPK telah mengincar Nurdin Abdullah terkait banyak laporan dugaan penyalahgunaan wewenang pasca Nurdin Abdullah menjadi Gubernur.

“Ini juga saya rasa terkait proses gonjang-ganjing upaya pemakzulan Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel oleh lawan politiknya. Terkait juga jatah proyek yang konon setiap proyek memperoleh fee 7,5 %. Dan kemudian ternyata dengan OTT KPK ini membuktikan Nurdin Abdullah tidaklah bersih,” tegas Jusuf Rizal.

Lebih jauh menurut pria berdarah Madura-Batak itu dengan masuknya KPK melakukan OTT kepada orang nomor satu di Sulsel, menjadi isyarat bahwa kotak pandora berbagai mega korupsi yang selama ini sulit disentuh, saatnya dibongkar. Ini merupakan pintu masuk kepada berbagai kasus korupsi di Sulsel.

“Kasus korupsi di Sulsel selama ini sulit disentuh. LSM LIRA menduga berbagai kasus itu dibackup tokoh politik tertentu dari Sulsel. Ada dugaan korupsi reklamasi pantai Losari, Lapangan Sepakbola, dan setidaknya ada 10 kasus mega korupsi di Sulsel yang belum tuntas. Jika pun ada yang diproses, namun aktor intelektualnya tidak disentuh,” tegas Jusuf Rizal

Untuk itu, LSM LIRA memberi apresiasi kepada KPK yang sudah memiliki keberanian “mengobok-obok” daerah mantan Wakil Presiden HM. Jusuf Kalla itu. KPK harus mampu membersihkan tikus koruptor di Sulsel.

banner 728x90