banner 728x90
Berita  

Pungli Diberantas Bongkar Muat Melambat 20 Jam

JAKARTA, MITRAKEPOLISIAN – Permintaan tegas Presiden Joko Widodo untuk memberangus pungutan liar (pungli) terhadap para sopir berdampak negatif bagi kelancaran proses bongkar muat barang di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Waktu bongkar muat yang biasanya cukup satu jam selesai, kini harus molor hingga 20 jam.


Akibatnya, banyak sopir yang tersiksa dalam proses menunggu di pelabuhan. Selain tidak efektif dan tidak efisien, kondisi ini jelas memberi efek domino terhadap sirkulasi barang dalam pengapalan.

Yang paling merasakan sakitnya tentu saja para sopir. Banyak dari mereka yang harus menahan lapar selama menunggu proses bongkar muat di pelabuhan, dalam hal ini Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Maklum saja, sudah menjadi rahasia umum bahwa rata-rata bekal uang para sopir sangat terbatas alias pas-pasan.

“Kagak nyangka bakalan selama ini. Ngabisin waktu banget,” kata seorang sopir truk yang antre.

Bukan hanya para sopir truk yang terkena imbas. Masyarakat para pengguna jalan juga merasakan kemacetan lalu lintas di kawasan Koja, juga di area pelabuhan lain seperti UCT.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola pelabuhan dan pihak terkait. Mestinya kelancaran proses bongkar muat di pelabuhan tidak boleh tergantung pada keberadaan pungli.

Selama ini, para sopir membayar Rp2 ribu saat masuk pintu pemeriksaan JICT. Kemudian saat berada di area bongkar muat, sopir kembali mengeluarkan Rp5 ribu untuk operator crane. Lantas bayar lagi Rp2 ribu untuk petugas security. Jika tidak membayar, sopir akan dipersulit.

Kondisi ini lantas dikeluhkan para sopir di media sosial dan kemudian direspon oleh Presiden Joko Widodo.

Presiden lantans datang langsung menemui para sopir dan meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menumpas para pungli.

Tak butuh waktu lama, Polisi menggelar razia pungli dan premanisme hingga banyak yang ditangkap.

Namun yang terjadi kemudian adalah, Proses bongkar muat menjadi molor. Sebuah permasalahan yang harus diselesaikan oleh pengelola pelabuhan. Khususnya terkait manajemen pengelolaan dan mentalitas SDM.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif
banner 728x90