banner 728x90
Berita  

Dukung Penutupan Akses DKI Jakarta, Jusuf Rizal: Ini Demi Keselamatan Bersama

HM. JUSUF RIZAL (penggiat anti-korupsi/Presiden LSM LIRA)

Jakarta, MitraKepolisian — Kebijakan Pemerintah dan langkah tegas Kapolda Metro Jaya yang menutup pintu masuk dan keluar DKI Jakarta sejak 3 Julu 2021 mendapat dukungan penuh dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA).

Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal mengatakan, penutupan akses keluar dan masuk ibu kota diharap mampu menekan penyebaran Covid-19, sehingga harus didukung semua pihak.

“Sudah tepat. Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran Covid-19 di daerah Jakarta, mengingat kondisi Jakarta sudah sangat parah terjangkit Pendemi Covid-19. Daerah Jakarta hampir rata terpapar,” tegas HM. Jusuf Rizal saat diminta tanggapannya di Jakarta, Minggu (4/7/2021).

Sebagaimana dilansir media, bahwa Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran menutup akses keluar masuk DKI Jakarta sejak Sabtu 3 Juli 2021. Kebijakan ini merupakan implementasi dari keputusan pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali 3-20 Juli 2021.

Jusuf Rizal yang juga Sekjen Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) itu menilai, kewaspadaan dan antisipasi harus sangat penting karena sudah ada varian baru virus Covid-19 (Delta) yang lebih berbahaya dan lebih mudah menular.

Pria berdarah Madura-Batak itu pun mengajak masyarakat agar mematuhi kebijakan pemerintah melalui kapolda Metro Jaya menutup dan memperketat kegiatan masyarakat ini.

“Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jangan sampai masyarakat meremehkan apa yang dilakukan pemerintah, padahal semua guna keselamatan bersama,” tegas Jusuf Rizal.

Berdasarkan pantauan LSM LIRA di lapangan, Rumah Sakit sudah tidak bisa lagi menampung masyarakat yang terpapar Covid-19. Jika tidak dilakukan pembatasan, bisa-bisa Jakarta menjadi semacam kota zombie katena Kota Terjangkit Covid-19 yang patah. Jakarta bisa lumpuh dan Perekonomian juga akan terganggu.

Jusuf Rizal yang merupakan tokoh buruh pekerja dan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI-KSPSI), meminta Menteri Perdagangan, M. Lutfi serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memantau dan melakukan sweeping pedagang yang mulai menaikkan harus-harga kebutuhan pokok di luar kewajaran.

Begitu juga dengan obat-obatan yang harganya ikut naik. Kata Jusuf Rizal, hal itu akan mempengaruhi ekonomi masyarakat yang sudah kembang kempis.

“Jika harga obat naik dan tidak terjangkau masyarakat yang terdampak, maka akan berbahaya. Jika ini tidak diatasi maka masyarakat khususnya yang isolasi mandiri akan semakin parah kondisinya,” tuntas Jusuf Rizal.

banner 728x90