banner 728x90
Berita  

FSPTSI-KSPSI Desak Gubernur DKI Anies Baswedan Evaluasi Kinerja Transjakarta

Jakarta, MitraKepolisian — Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar mengevaluasi kinerja Transjakarta yang sering kecelakaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum FSPTSI-KSPSI, KPH. HM.Jusuf Rizal menjawab pertanyaan media di Jakarta terkait seringnya Transjakarta mengalami kecelakaan dan membuat mayarakat pengguna khawatir.

Menurut catatan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, ada 14 kecelakaan bus Transjakarta dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

“Paling tidak di dua bulan terakhir ini saja, kami mencatat ada sekitar 14 kecelakaan yang melibatkan Transjakarta,” ujar Sambodo kepada wartawan usai melakukan audiensi dengan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Yana Aditya belum lama ini.

Karena ini menyangkut layanan transportasi yang melibatkan SDM Pengemudi, Jusuf Rizal meminta menajemen Transjakarta melakukan langkah perbaikan agar berbagai kecelakaan dapat dihindari.

“FSPTSI menduga seringnya kecelakaan karena faktor SDM pengemudi yang kurang profesional. Berdasarkan informasi para pengemudi banyak kurang istirahat atau kelelahan,” tegas pria yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) berdarah Madura-Batak itu.

Disebutkan para pengemudi setelah bekerja bisa sampai di rumah jam satu pagi, sementara pagi mereka sudah harus bekerja kembali. Tentu kurangnya istirahat dapat menurunkan stamina dan konsentrasi saat bekerja.

Untuk itu, FSPTSI mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar melakukan perbaikan dan evaluasi kinerja Transjakarta agar operasional dapat mencapai zero accident.

“Sebaiknya pengemudi harus diberi istirahat minimal 24 jam agar mampu me-recovery akibat kelelahan. Sebaiknya juga perlu dokter khusus yang menilai kesiapan pengemudi bekerja,” tutut Jusuf Rizal yang kini mewadahi para Driver-Biker-Ojek seluruh Indonesia (DBOKC) itu.

Selain itu para pengemudi harus disertifikasi melalui pendidikan kompetensi.

“Dengan demikian para pengemudi merupakan SDM yang profesional pada bidangnya yang memiliki disiplin dan berkinerja baik,” tuntas Jusuf Rizal.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif
banner 728x90