banner 728x90
Berita  

Indonesia Dorong Komunalitas G20 Hadapi Pertumbuhan Ekonomi Digital

Jakarta (MitraKepolisian) – Pertumbuhan ekonomi digital di tingkat global membutuhkan konsensus antar negara.

Karena itu, Pemerintah Republik Indonesia mendorong agar dibentuk Komunalitas G20 dalam mengantisipasi pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di dunia.


Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan dalam Presidensi G20 Indonesia, hal itu menjadi pembahasan utama dalam Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau Digital Economy Working Group (DEWG).

Menkominfo menyatakan Pemerintah Republik Indonesia menekankan arti penting kerja sama untuk transformasi digital yang lebih inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia mendorong komunalitas untuk menumbuhkan kesadaran global akan pentingnya konektivitas jaringan fisik dan interkonektivitas sosial, serta keamanan digital.

“Sebagai Presidensi G20 tahun ini melalui kepemimpinan pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20, Indonesia mempromosikan tema mencapai pemulihan yang tangguh.”

Tema ini juga mencakup tiga isu prioritas, yaitu: Pertama, konektivitas dan pemulihan pasca Covid-19; Kedua, keterampilan digital dan literasi digital; Ketiga, aliran data bebas dengan kepercayaan dan aliran data lintas batas.

Menurut Menteri Johnny, dalam isu prioritas pertama, Indonesia mengusulkan kepada anggota G20 untuk mengakui peningkatan konektivitas digital dan kerja sama mewujudkan manusia secara digital melalui jaringan konektivitas.

“Hal ini selanjutnya dapat membantu menciptakan kewirausahaan digital dan bisnis untuk tetap inovatif, dan tangguh di era ekonomi digital yang ekspansif. Penekanan pada konektivitas digital yang paling penting,” tegasnya.

Dalam isu prioritas kedua, Presidensi G20 Indonesia mengajukan perumusan toolkit G20 untuk mengukur keterampilan digital dan literasi digital. Menurut Menkominfo Indonesia mendorong toolkit itu sebagai kerangka kerja untuk mengukur berbagai tingkat literasi dan keterampilan digital, termasuk keterampilan terkait teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Toolkit ini, kami paparkan melalui tiga komponen kepada anggota G20 dalam melakukan pengukuran pada berbagai tingkat literasi dan keterampilan digital, seperti keterampilan digital dasar, keterampilan digital menengah, dan keterampilan digital lanjutan,” ungkapnya.

Berdasarkan data pada tahun 2021, Menteri Johnny menyebutkan Indonesia berada di peringkat 66 dalam indeks internet inklusif secara keseluruhan dan menempatkan Indonesia dalam kategori literasi digital sedang dengan skor 3,49 dari 5.

“Indonesia berupaya untuk memajukan pengembangan area ini melalui berbagai program dan inisiatif dalam upaya menjembatani kesenjangan digital guna memperkaya pembahasan isu-isu prioritas Pokja Ekonomi Digital G20,” tutur Menkominfo.

Menkominfo menyatakan, dalam isu prioritas ketiga, Indonesia menggarisbawahi arti pentingnya tata kelola data di tingkat internasional. Menurutnya, kebutuhan itu untuk berkolaborasi dalam tata kelola data lintas batas sudah mendesak dan Indonesia mempromosikan empat prinsip utama pengelolaan arus data lintas batas global, yaitu lawfullnes, fairness, transparancy, dan reciprocity.

“Selama jadwal pertemuan, kami mengusulkan para anggota untuk mendiskusikan dan mengeksplorasi komunalitas mengenai masalah ini. Mengingat dinamika pertemuan kelompok kerja ekonomi digital pertama, Indonesia mengharapkan diskusi konstruktif untuk mencari komunalitas yang baik diantara negara-negara anggota G20. Indonesia terus berupaya mengatasi masalah ini baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” jelasnya.

UNCTAD e-Commerce Week merupakan forum untuk membahas peluang dan tantangan pembangunan yang terkait dengan ekonomi digital. Dialog Tingkat Tinggi yang diselenggarakan UNCTAD berlangsung secara virtual dari tanggal 25 s.d. 29 April 2022. Lewat dialog itu, UNCTAD mendengarkan perspektif dari pemerintah dan pemimpin bisnis, dan pemikir mengenai cara memastikan agar lonjakan data digital membawa manfaat bagi masyarakat.

Dalam forum itu, hadir UNCTAD Secretary-General, Rebeca Grynspan; 76th Session of the United Nations General Assembly President, H.E. Abdulla Shahid; Barbados Prime Minister, H.E. Mia Amor Mottley; African Union (AU) Commissioner for Infrastructure and Energy, H.E. Amani Mohamed Naguib Abouzeid; Author, World Wide Waste & Consultant, Customer Carewords, Gerry McGovern; Google Vice President and Chief Internet Evangelist, Vintont Cerf; CEO Proton AG, Andy Yen; CEO Rogrand, Xiaofei Yao; serta BBC Senior Broadcast Journalist, Peter Okwoche.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif
banner 728x90