banner 728x90

Kemiskinan Ekstrem Terjadi di Jateng, Ganjar Pranowo Ditengarai Fokus Politik Pencitraan

Jakarta (MitraKepolisian) – Sebanyak 4,11 juta jiwa penduduk Jawa Tengah hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang merilis bahwa orang miskin di Jawa Tengah bertambah 128,85 ribu jiwa menjadi 4,11 juta jiwa pada Maret 2021 dibanding Maret 2020.

Kebumen merupakan kabupaten di Jawa Tengah dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di kabupaten tersebut bertambah 1,83 ribu jiwa menjadi 212,92 ribu jiwa pada Maret 2021 dibanding posisi Maret 2020.

Menurut Direktur riset Indonesia Presidential Studies (IPS) Arman Salam kerjad dari Gubernur Jawa Tengah ketika memimpin daerah itu selama hampir dua periode patut dipertanyakan.

“Terkadang peran kepala daerah atau pemerintah dalam hal ini Ganjar Prabowo selaku gubernur provinsi jawa tengah nampak asik bermain pada ranah politik saja untuk kepentingan masa jabatan atau target yang lebih tinggi,” kata Arman kepada wartawan, Jumat (20/5/2022).

Ia menjelaskan, perlu disadari kecakapan dalam memimpin bukan saja dinilai dari sisi pencitraan saja atau personal branding.

“Namun juga harus bisa bekerja sebagai pelayan masyarakat dan menciptakan kehidupan lebih baik dan layak untuk masyarakatnya yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Ia menyebut, bertambahnya rakyat miskin di Jawa Tengah lantaran Ganjar Pranowo tidak memiliki program atau kebijakan prioritas dalam mengentaskan kemiskinan.

“Semestinya kepala daerah atau gubernur bisa lebih jeli melihat potensi wilayah dan segera mengemas program atau kebijakan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan dari potensi wilayah tersebut.”

“Kemudian, memberikan ruang mendorong dan mendukung kepada pelaku usaha baik usaha kecil usaha menengah dan industri besar. Peran pemerintah khususnya pemerintah daerah sangat vital, pemerintahan yang paham harus berbuat apa fokus dan sungguh sungguh dalam bekerja,” katanya.

banner 728x90