banner 728x90

77 Kelurahan di Jakarta Darurat Narkoba, Ketua Fraksi Demokrat DKI Minta Ditangani Serius!

Jakarta (MitraKepolisian) – Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta Desie Christhyana Sari menyampaikan rasa prihatin atas kabar dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta bahwa ada 77 kelurahan di Jakarta yang rawan peredaran narkoba, sebagai hasil pemetaan BNN DKI.

Karena itu, Desie selaku Ketua Fraksi Demokrat di DPRD DKI meminta semua pihak ikut memberikan atensi terhadap masalah peredaran narkotika di DKI Jakarta, terutama perhatian terhadap para pemuda.


“Kita merasa prihatin dan was-was karena narkoba ini adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa. Narkoba punya daya rusak terhadap generasi muda penerus bangsa. Makan kabar bahwa 77 kelurahan di Jakarta rawan narkoba adalah masalah besar yang harus dilawan bersama,” tegas Desie kepada awak media di Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Desie selaku Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD DKI Jakarta mendukung langkah langkah yang dilakukan BNNP DKI Jakarta dalam memberantas peredaran narkoba.

Bahkan ia meminta agar penanganan masalah narkoba ini dijadikan sebagai salah satu prioritas utama untuk ditangani, karena pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dicanangkan selama ini bisa hancur apabila generasi muda kena racun narkoba.

“Maka itulah, kami dari Fraksi Demokrat mendukung sekaligus meminta agar masalah narkoba ini benar-benar ditangani. Ini masalah yang sangat serius lho,” tandas Desie.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta mengungkapkan sebanyak 77 kelurahan di Jakarta rawan peredaran narkoba. Jumlah tersebut merupakan hasil pemetaan BNN DKI.

“Kita itu untuk DKI ada 77 kelurahan rawan narkoba, yang itu sudah dipetakan, sudah diteliti,” kata Plt Kepala BNNP DKI Jakarta Kombes Monang Sidabuke kepada wartawan, Selasa (31/5/2022).

Sudah (melakukan pengawasan), makanya kita bagi BNNK, ada di utara, timur, selatan, dan untuk pusat dan barat, barat sedang diproses, pusat di BNNP. Sementara ini pusat dan barat ditangani oleh BNNP DKI,” katanya.

Monang mengatakan bentuk pengawasannya adalah dengan tiga metode P4GN (soft skill, hard skill, dan smart skill). Pihaknya akan terus mengamankan tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Kalau soft skill lebih ke pencegahan secara preventif. Kita melakukan edukasi ke kelurahan dari bidang pemberdayaan masyarakat, melakukan edukasi, melatih masyarakat atau LSM untuk jadi aktivis atau penyuluh narkoba dan itu kita kasih sertifikat. Untuk hard skill sendiri itu penegakan hukum oleh bidang pemberantasan, itu kita lakukan penegakan hukum secara terukur. Untuk smart skill, kita menggunakan jaringan, mengidentifikasi dan menganalisa jaringan narkoba yang ada di wilayah DKI,” katanya.

Lebih lanjut, Monang mengatakan BNNP DKI berupaya agar 77 kelurahan rawan tersebut berkurang. BNNP DKI akan mengedukasi masyarakat untuk tidak menggunakan narkoba.

“Kita upayakan berkurang karena kita ada program Desa Bersinar, itu kita melibatkan pemerintah daerah sampai kelurahan, bahkan RT. Kita selalu lakukan edukasi dengan harapan setiap tahun berkurang,” tuntas Monang.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif
banner 728x90