Berita  

Dua Tokoh Pers NTT Herry Battileo dan Andre Lado Dorong Revitalisasi Strategis Kebebasan Pers!

KOTA KUPANG, mitrakepolisian.com – Penguatan tengang independensi pers ditegaskan oleh dua tokoh pers terkemuka di Nusa Tenggara Timur (NTT, yakni Herry Battileo, S.H., M.H., selaku Ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) Provinsi NTT, dan Andre Lado, S.H., selaku Ketua DPW Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi NTT.

Penegasan itu disampaikan sebagai refleksi Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh setiap 3 Mei, dimana serbagai kalangan kembali menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar utama demokrasi.

Herry Battileo yang juga sebagai Ketua DPC PERADI Kabupaten Kupang menegaskan bahwa kebebasan pers harus tetap berdiri sebagai pilar demokrasi yang kokoh.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan informasi sekaligus menjadi pengawas jalannya pemerintahan dan kehidupan sosial.

“Kebebasan pers bukan berarti tanpa batas, tetapi harus dijalankan secara bertanggung jawab, profesional, dan berlandaskan etika jurnalistik. Pers yang kuat adalah pers yang independen dan berpihak pada kepentingan publik,โ€ ujar Herry.

Senada dengan itu, Andre Lado menekankan pentingnya menjaga martabat profesi jurnalis melalui peningkatan kualitas dan integritas.

Ia menyebut bahwa tantangan era digital menuntut insan pers untuk lebih adaptif tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

โ€œMOI dan PWMOI memiliki peran strategis dalam membina, melindungi, dan meningkatkan kapasitas wartawan serta media. Kami berkomitmen untuk menghadirkan pers yang berkualitas demi mengangkat marwah profesi ini di NTT,โ€ ungkap Andre yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW MOI Provinsi NTT tersebut.

Kedua tokoh besar pers NTT itu juga menegaskan bahwa komitmen organisasi mereka dalam memberikan perlindungan hukum bagi wartawan dan perusahaan media.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan jurnalis dapat bekerja tanpa rasa takut, sekaligus menjaga kebebasan pers tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Selain itu, mereka menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan di antara sesama pekerja pers.

Dalam pandangan mereka, solidaritas menjadi kunci dalam menciptakan iklim pers yang sehat, profesional, dan sejuk, khususnya di wilayah NTT.

โ€œPerbedaan adalah hal yang wajar, namun persatuan harus tetap menjadi prioritas. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan ekosistem media yang lebih kuat dan berintegritas,โ€ tegas keduanya.

Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi bersama untuk memperkuat peran pers dalam menjaga demokrasi.

Di tengah arus informasi yang begitu cepat, keberadaan pers yang independen, kredibel, dan bertanggung jawab menjadi semakin penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya. (Jaringan MOI/PWMOI)

Sponsored
Mau punya website berita sendiri?
Sejak 2018, Ar Media Kreatif telah membangun ratusan media online di seluruh Indonesia.
Kunjungi sekarang โ†’